Garut yang cantik

Menjelang akhir tahun kemarin, saya dan sejumlah teman KPA berlibur ke Garut. Kenapa Garut? Soalnya tempatnya tidak jauh dari Bandung dan banyak teman KPA yang asli sana -> menghemat akomodasi hehe :p Peserta jalan2 kali ini adalah saya, teh Peka, teh Lina, teh Leli, Priska, Weha, kang Apid, dan kang Fadhli, dengan tuan rumah Ugun dan Nisa.

Kami pergi ke Garut tanggal 22 Desember sore dengan menggunakan kereta api ekonomi dari Stasiun Hall. Setiap hari cuma ada 1 kereta Garut-Bandung, yaitu jam 6 pagi dari Garut ke Bandung dan jam 4 sore balik lagi. Jadi saat itu agak sulit buat masuk ke kereta karena penuh banget -___-

Esok harinya (23 Des) pagi2 kami main ke sawah yang dekat rumah Ugun (tuan rumah) -> norak mode on. Buat saya pribadi, ini pertama kalinya saya ke Garut, dan bukannya nyombong tapi nyaris seumur idup saya tinggal di Jakarta (selain dulu 3 tahun di Lhokseumawe). Kesumpekkan kota udah jadi makanan sehari-hari, ditambah saya juga gak pernah mudik karena nyaris udah ga ada keluarga lagi di Purworejo. Makanya saya senang sekali berada di sini karena selain hawanya yang sejuk, pemandangannya juga indah, dan gak sumpek :P


Garut = gunung semua

Setelah main di sawah, kami pergi menuju Kompleks Candi Cangkuang dengan menyewa angkot selama 2 hari penuh ini. Untuk menuju candinya, kami harus menyeberang danau/situ dengan rakit. Pemandangan danau ini agak gak nyata buat saya. Gunung dan langit biru yang melatarbelakangi danau seperti lukisan terpantul di air. Waaah cantiknya ^_^

Sebelum masuk ke candinya, kami juga melewati Komplek Rumah Adat Kampung Pulo. Di jalan sekitar sana juga banyak kios oleh2 -> tp ga beli apa2

Candi Cangkuang sendiri sebenarnya tidak terlalu besar. Di dalam candi tersebut terdapat arca bernuansa Hindu (?) tapi di luarnya ada bapak2 lagi berdoa/ngaji, aneh juga… Namanya disebut cangkuang karena di kompleks tersebut banyak pohon cangkuang. Bentuk dan buah pohon tersebut agak unik, tapi entahlah relevansinya sama candinya sendiri. Kehabisan ide ngasi nama kali ya hahaha

Lanjut pergi ke rumah Nisa buat makan siang :9 Seusai sholat jumat kami berangkat menuju jeng jeng jeng… Pantai Santolo. Pantai Santolo adalah pantai yang terletak di daerah Pameungpeuk, sekitar 50 km arah selatan dari pusat kota Garut. Perjalanannya cukup sulit, terutama bagi anda2 yang gampang muabok huehehe… Perjalanannya cukup lama, sekitar 3-4 jam, dan juga naik-turun serta berkelok2. Kalau kata teh Lina, jalan ke Pameungpeuk cuma ada dua belokan: kanan sama kiri doang, ga ada lurus2nya hahaha. Pada perjalanan ini kami sempat singgah di kebun teh di Cikajang. Pemandangannya baguuuuusss sekali, serba hijau dimana-mana dan kabutnya cukup rendah :D

Akhirnya sampai juga di Pameungpeuk! Pas sekali sampai di Santolo sudah jam 5, waktu yang tepat buat menikmati sunset :D Santolo sendiri pantainya cantik, masih bersih, pasir putih membentang luas. Bener2 sepi deh, belum terjamah. Langitnya juga cerah, bagus sekali. Tapi karena ombaknya agak deras kami gak banyak main di air hari itu (lagian baju terbatas hehe).

Awannya seperti cotton candy :9

Sebenernya abis dari Santolo ini kami sempet ‘main’ ke sebuah pasar malam deket situ, kayaknya masih kebawa euphoria Pasar Malam ITB. Tapi sepertinya di daerah ini masih banyak premannya deh, soalnya nuansanya ngeri gitu hehe. Belum lagi pulangnya pas mampir di Indomaret ada preman2 lagi berantem, ngeri juga -___-

Besok paginya (24 Des) *rencananya* mau liat sunrise di Pantai Sayangheulang. Tapi kayaknya gara2 efek mabok darat dan mabok pasar malem jadinya kita pada kesiangan semua. Apalagi yang cowok2 pada ga bisa tidur di rumah neneknya Nisa gara2 battle royale sama nyamuk hahaa.

Pantai Sayangheulang sendiri lebih ga terjamah lagi dibandingkan Santolo. Di sekitar Santolo masih banyak tukang jualan, rumah makan, bahkan sewa banana boat. Tapi di Sayangheulang bener2 ga apa2an!!! Pantainya sepiiii banget, makanya juga bersih banget. Langit biru berawannya berasa tumpah di laut, belum lagi lautnya juga jernih. Sukaaaa :3

Puas di Sayangheulang, langsung cabut ke Santolo. Waktunya maen air!!! Huah, di sini juga ga kalah indah walau di beberapa titik emang ada sampah berserakan, tapi overall pantainya masih terhitung bersih. Cinta lah :3


Airnya jernih <3


Latarnya gunung <3


Langitnya berasa tumpah <3


Rumput laut <3


Kerang <3


Dibawain mangga <3


Sama kelapa <3

Sebenernya di mobil angkot masih ada rambutan, pisang, sama manggis juga. Kayak mau jualan yak hahaha. Makasih ibunya nisa dan ugun yang telah membekali!

Menurut saya Garut bisa dijadikan alternatif liburan yang cukup seru (plus deket dan murah). Kotanya sejuk dan juga tidak bising seperti di Jakarta atau Bandung (haha). Makanannya juga sunda pisan, enak :) Mungkin ada beberapa hal yang harus lebih dipelihara, terutama fasilitas umum seperti masjid atau kamar mandi. Oya kalo mau ke Garut jangan lupa siapkan antimo buat yang gampang mabok huehehe.

kuliah kerja

103 orang, 2 bis, 7 hari, 53 jam di bis, 3 hari kunjungan kerja, 6 perusahaan 1 institut, 2 pulau 1 selat 1 jembatan, 1 hari di Mahameru, 250 anak tangga, 1 kawah cantik di 2329 mdpl, 1 banzai paling jumawa, belasan film di bis, belasan SPBU tempat singgah, ratusan kilometer perjalanan, ribuan foto kenangan = perjalanan yang sungguh tak terlupakan, nggilani.

MAU LAGI!!! =D

Movies I’ve Seen

  • Horrible Bosses (2011)

Tiga sahabat Nick, Dale, dan Kurt mempunyai satu kesamaan: mereka tidak tahan kepada bos mereka. Mulai dari bos yang semena-mena, bos genit, dan seorang pewaris tahta yang seenaknya. Akhirnya mereka bertiga membuat suatu rencana untuk membunuh ketiga bos tersebut, saking udah gak tahannya. Tapi ternyata… rencana tidak berjalan semulus yang mereka duga.

Komentar: film ini lumayan menghibur. Ketiga bos benar-benar horrible, walau sayang sekali rencana pembunuhannya tidak se-horrible yang diduga. Kayaknya ada sesuatu yang “tanggung” di ketiga pemeran utamanya, justru ketiga bosnya yang berjasa menghidupkan film (terutama Jennifer Aniston!)

  • Diary Of A Wimpy Kid 2: Rodrick Rules (2011)

Greg akhirnya naik kelas ke kelas 2 SMP, dan masih berusaha untuk menjadi cowok cool di sekolahnya. Di lain pihak, si kakak superjahat Rodrick kelakukan bengalnya makin menjadi-jadi. Gak tahan melihat kedua anaknya bertengkar terus, sang ibu akhirnya menghukum mereka berdua: mereka berdua harus banyak menghabiskan waktu bersama-sama sampai akur.

Komentar: lebih suka sekuel yang pertama, mungkin karena ada Chloe Moretz yang cantik hehe. Yang edisi kedua ini lumayan, Rodricknya emang jahatnya keterlaluan banget. Tapi yah… what to expect sih. Ceritanya gampang ketebak -___-

  • Puss In Boots (2011)

Ini adalah cerita sebelum Puss In Boots ketemu sama Shrek dan Fiona. Puss menjadi buron karena kejahatan yang tidak dia lakukan. Semua tuduhan ini terjadi karena perbuatan sahabatnya sendiri, si telur Humpty Dumpty. Karena berbagai peristiwa, akhirnya Puss bertemu lagi dengan Humpty Dumpty melalui bantuan Kitty Softpaws. Walau masih merasa terkhianati, Puss, Humpty, dan Kitty melakukan misi yang dulu menjadi mimpi bersama mereka: mencari kacang ajaib Jack untuk menemukan telur emas di angkasa, sambil berharap mereka bisa kembali rukun dan keadaan menjadi seperti sedia kala.

Komentar: film unyu :3 Diselingi beberapa humor lucu dan musik yang asik. Saya suka karakter Humpty, sifatnya benar-benar bermacam-macam. Tapi rasanya malah seperti sedang menonton Zach Galifianakis live action deh, bukan film animasi hahaha. Tadinya saya pikir ini cerita gimana Puss bisa ketemu sama Shrek, tapi ternyata bukan. Nice animation indeed!

  • Arriety the Borrower (2010)

Arriety adalah gadis liliput/mini yang tinggal bersama keluarganya di bawah lantai rumah milik tantenya Sho, cowok remaja yang penyakitan. Mereka bertahan hidup dengan cara ‘meminjam’ barang-barang yang dianggap insignifikan jika jumlahnya berkurang, seperti gula atau kertas tisu. Sho yang tidak punya teman suatu hari menemukan wujud Arriety dan keberadaan liliput. Karena keberadaan mereka diketahui anak manusia, orang tua Arriety bersikeras untuk pindah agar mereka dapat bertahan hidup.

Komentar: film ini khas Ghibli: cerita manis dan simpel, tetapi juga dipenuhi fantasi yang menggebu-gebu, dilengkapi animasi 2D yang cantik dan detail. Film ini banyak menekankan bagaimana keluarga liliput dapat bertahan hidup: kegiatan ‘meminjam’ (tepatnya mencuri sih… hehe), kepanikan ibu Arriety ketika keberadaan mereka diketahui, dan munculnya tokoh abu-abu yaitu Haru yang dianggap membahayakan liliput. Dikisahkan juga bagaimana Sho dan Arriety akhirnya berteman. Filmnya manis tapi entah kenapa kalo buat saya kurang greget aja hehe

  • 5 Centimeters Per Second (2007)

5 cm per detik katanya adalah kecepatan gugurnya bunga sakura, bunga sakura yang dilihat oleh Takaki dan cinta pertamanya, Akari, ketika mereka masih kecil sampai akhirnya mereka berpisah. Filmnya dibagi ke tiga bagian. Yang pertama: Takaki SMP berjuang menemui Akari yang selama ini cuma bisa ‘bertemu’ lewat surat. Yang kedua: tentang Sumida, gadis yang naksir dengan Takaki SMA, walau ia tahu perasaannya gak bakal berbalas. Yang terakhir; Takaki yang telah dewasa serta kehidupannya yang terus berjalan. Film ini merupakan kombo cinta + jarak + waktu = bikin menye-menye. Film ini mengingatkan saya pada kalimat milik penulis Haruki Murakami:

“Sometimes when I look at you, I feel I’m gazing at a distant star. It’s dazzling, but the light is from tens of thousands of years ago. Maybe the star doesn’t even exist any more. Yet sometimes that light seems more real to me than anything.”

Saya pikir itu juga yang dirasakan Takaki sampai ia menjadi dewasa yang digambarkan penuh sepanjang film.

Komentar: FILMNYA GALAU BANGEEEEEEEEETTT, apalagi pas bagian terakhir-akhirnya, yang ada lagu “One More Time, One More Chance”, meh. Sengaja dibikin rada ‘ngegantung gitu aja’ kayaknya,biar pemirsanya tambah galau. Diramu dengan sederhana, tidak dituturkan dengan berlebihan, tapi efektif bikin pemirsa merenung. Animasinya bagus sekali, apik tenan (benar-benar berkesan bagi saya!!). Nuansa warnanya pink gitu tapi gak unyu sama sekali, malah pink kelam bikin gulana. Bolehlah nonton kalo lagi pengen menye menye siki’, terutama bagi para penganut ajaran the man who can’t be moved howahahaha pasti jleb jleb jleb menusuk jiwa. Entah kenapa jelas banget tergambar bahwa anime ini genrenya shounen hihihi :3

Movies I’ve Seen

  • Youth in Revolt (2009)

Nick Twisp cuma bocah remaja biasa, hidupnya membosankan, orang tuanya sibuk dengan pacarnya masing-masing. Suatu hari ketika liburan keluarga ia bertemu dengan Sheeni Saunders, gadis cantik yang bikin Nick jadi tergila-gila. Nick begitu terobsesi dengan Sheeni dan bertekad untuk jadi pria idamannya. Akhirnya Nick berubah menjadi seorang alter-ego bernama Francois, pria Perancis necis yang picik dan punya berbagai pikiran sinting.

Komentar: film ini benar-benar menggambarkan pergolakan yang terjadi pada remaja. Masa remaja memang masa yang penuh keingintahuan dan banyak pemberontakan, terutama seputar orang tua, cinta, dan seks. Dikemas dengan ringan dan menarik, ditambah Michael Cera cukup piawai memerankan dua pria dengan karakter yang sangat berbeda, film ini layak ditonton kala senggang.

  • Sisterhood of Traveling Pants (2005)

Mungkin takdir yang menyatukan empat sahabat Carmen, Bridget, Lena, dan Tibby. Dan mungkin takdir juga yang membuat sebuah celana jins muat dipakai keempat orang yang badannya berbeda-beda itu. Jins sakral tersebut dipercayai akan memberikan takdir baik kepada mereka berempat saat liburan: Lena yang pemalu berlibur ke tempat neneknya di Yunani, Bridget yang sporty mengikuti training sepak bola di Meksiko, Carmen yang bawel berlibur ke rumah ayahnya yang telah lama bercerai dengan ibunya, dan Tibby si aneh tidak ke mana-mana tetapi membuat film dokumenter. Tapi ternyata, tidak semuanya berjalan indah.

Komentar: kyaaa film ini manis sekali >_< Ditambah ada beberapa adegan yang cukup mengharukan, terutama kisah Tibby. Walau sebenernya rada jadul juga sih, cerita macam nge-geng begini hahaha, tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini ;)

  • Valentine’s Day (2010)

Hari Valentine adalah hari yang katanya paling romantis sepanjang tahun. Setiap orang ingin merayakan hari ini bersama orang-orang terkasih, tak terkecuali seorang florist bernama Reed yang baru saja bertunangan. Tapi namanya juga cinta, kadang manis kadang getir. Bukan cinta namanya kalau tidak menyakitkan (yeah!)

Komentar: tipikal film-film romantis yang sweet-nya berlebihan (alias too good to be true) serta bertabur bintang-bintang Hollywood yang cantik dan ganteng. Biasa aja sih filmnya, gak terlalu membekas. Nilai plus buat si quirky Anne Hathaway yang cukup bisa membikin sedikit senyum sungging. Adegan yang ada duo Taylor, Swift dan Lautner, isinya gak penting. Dari dua Jessica, yang Biel jauh lebih memikat daripada yang Alba. Jangan lewatkan juga kejutan dari Bradley Cooper dan Julia Roberts di akhir film.

  • Coraline (2009)

Coraline Jones dan keluarganya baru saja pindah rumah. Di rumah barunya itu Coraline menemukan suatu pintu rahasia yang menghubungkannya ke… rumah barunya lagi, tetapi suasananya berbeda 180 derajat. Ayah dan ibunya, yang biasanya sibuk bekerja sampai-sampai tidak memperhatikannya, tiba-tiba berubah menjadi orang tua penyayang dan pengertian. Begitu pula tetangga-tetangganya, tiba-tiba berubah jadi pribadi yang menyenangkan. Dunia itu menyenangkan dan sesuai dengan keinginan Coraline, namun ada satu yang berbeda. Semua orang di sana tidak bermata… mata mereka digantikan oleh sepasang kancing.

Komentar: film animasi ini luar biasa. KEREEEN! Jalan ceritanya memikat, menegangkan, bikin penasaran. Animasinya digarap apik, soundtrack-nya bisa jadi terapi telinga, wah gak kebayang serunya kalau nonton versi 3D. Filmnya saja apik begini, apalagi kalau baca bukunya (another “don’t judge the book by its movie” hahaha). Neil Gaiman betul-betul piawai menenggelamkan orang dalam dunia fantasi dan imajinasi melalui cerita ini. Definitely storytelling at its best!

  • Sherlock Holmes: Game of Shadows (2011)

Holmes dan Watson kembali menyingkap misteri di balik beberapa kasus pemboman di beberapa daerah di Eropa. Ternyata kasus-kasus tersebut mengarahkan mereka ke seorang peramal gypsy nona Simza yang nyawanya diincar. Belakangan terungkaplah kasus-kasus yang terjadi berhubungan dengan cendekiawan ternama di Inggris Raya, Profesor James Moriarty. Holmes, Watson, dibantu Simza kemudian berusaha untuk menggagalkan rencana kejahatan Moriarty, tapi ternyata tidak semudah itu.

Komentar: Yang kedua menurut saya lebih menarik dari yang pertama, mungkin karena Holmes akhirnya bertemu seteru abadinya, Moriarty. Belum lagi efek-efek lambat yang menegangkan serta suguhan pemandangan Eropa, mulai dari Inggris ke Perancis sampai ke Swiss, dengan tone kelam. Chemistry Holmes (Downey Jr.) dan Watson (Law) masih terjaga dengan baik. Namun, saya mengharapkan lebih banyak aksi deduction Holmes (seperti di serial tv Sherlock) bukan hanya lagak action.

2011

2011 bukan tahun yang paling berkesan. Semuanya berjalan biasa saja, ada yang baik ada juga yang buruk. Jadi inilah yang terjadi sepanjang tahun ini:

Januari

  • Pertama ke tempat bapak di Manado. Menyusuri alam Manado, Tomohon, dan Minahasa yang lengkap indahnya: mulai dari gunung, laut, danau, bukit, pantai semua ada.

Februari

  • Pelantikan c-KPA di Lembang. Pemandangan kebon tehnya gilaaaa tapi trek amazing racenya juga keterlaluan, bikin tepar banget (dekat lokasi syuting Petualangan Sherina).
  • Pergantian pengurus KPA, jadi BP (tepatnya dipaksa oleh sesepuh terdahulu Dini si anak kecil dan Anugerah). Jadi terkenal dengan istilah “BRT Menggalak”, hahaha \m/ -> berita kegalakkan saya itu memang nyata adanya sodara2

Maret

  • Jadi anggota divisi pengabdian masyarakat setelah kandas dilempar kominfo HMFT. Sangat awkward buat saya yang gak punya jiwa sosial ini haha.
  • Pertama kalinya setelah masuk ITB pergi karaokean! (iya ini highlight bulan ini haha)
  • Ke Jakarta ber-9 tumplek-tumplekkan di mobil Anggi Bagus. Niat hati cuma pengen nebeng pulang malah jadi ngalor ngidul tol dalam kota sampai ngelewatin tempat “ayam-ayam” mangkal di Kota (kerjaan si Yunadi) sampai nemenin Luhur dan Juno foto di Monas jam 1 pagi -___-
  • Ganesha Membatik!

April

  • Wild Day HMFT (wild dalam artian sebenarnya), untuk pertama kalinya pergi ke Kebon Binatang Bandung!

  • Wisuda April HMFT Mahabharata! Hasil kerja para jin sangkuriang bikin candi (dalam arti sebenarnya) dan juga pertama kalinya sampe mabok ngedanus. Tidak sia-sia, HMFT juara 1 perfom arak-arakkan :)
  • Semua ujian numpuk, dan semua orang jadi sinting (tidak terkecuali si nenek berotak lecet bernama Mediane). Gambar2 di bawah ini adalah hasil kerjaan beliau.
  • Nonton Mahagita Nusantara, konser ISO yang apik tenan, semua lagu dibawakan dengan bagusnya. Sepanjang konser perhatian saya tertuju pada pojok kanan (gerombolan bassist) dan pojok kiri (tempat si timpanist bertangan dewa dan vibraphone bersemayam), bukannya ke concert master atau pianis yang termahsyur itu haha.

Mei

  • Pertama kali dalam hidup membuat line follower robot (dan hal ini sama sekali tidak termasuk dalam rencana hidup). Mana ada sih dulu kepikiran “Aaaah nanti udah gede bikin robot aaah~” Haha walau susah tapi lumayan berkesan juga.
  • Pertama kalinya nampil main bass bersama KPA. Di acaranya Rosiana Silalahi. Di Sabuga. Bintang tamunya Wimar Witoelar. dan FAIL. malunya minta ampun >_< Kemudian beberapa kali (sok-sokan) jadi pemain bass lagi. Medley Beatles paling juara bikin saya stress (sebelum kenal Winter Games yang lebih zalim).
  • Liga Rasis FT09. Entah tolol, entah kreatif, saya gak paham lagi sama anak-anak ini (tapi tetap menghibur kok huehehe).

Juni

  • Libur… dan alhamdulillah nilai jauh membaik daripada semester sebelumnya ;)
  • Big bro Rizky Baskara off ke Brisbane untuk menuntut ilmu. Good luck! Sedih juga ditinggal kaum-kaum Rancho, hiks (kapan kita jalan-jalan lagi?).

Juli

  • Wisuda Juli! Hujan deras (banget!!) Basah semua basah!
  • Selamat kepada para sesepuh KPA yang telah lulus! Walau pasti masih bakal sering ketemu oom Andy, kang Apid, teh Leli, dan teh Lina juga :p Selamat berjuang dan semoga sukses untuk nyai Kepi dan kang Halmi di negara sana!
  • Pertama kalinya dalam hidup: main Running Man! Di kampus! Jam 2 pagi!! Deg-degan juga lari-larian di kampus, diinterogasi satpam, gelapnya Labtek Biru, ngeri di Comlabs, dan lari-larian sampe sepatu copot… brutal -_-

Agustus

  • Nekat memulai semester 5 dengan… 22 sks (padahal kemampuan otak pas-pasan).
  • Nekat pindah kosan (bahkan awalnya ga diketahui ibu saya). Biarlah, saya butuh suasana baru. Sempet rebek juga karena saya sempet “diusir dari kosan yang bahkan belum saya tinggali” gara-gara salah paham dan jadinya malah rebutan kamar, hahaha.
  • Buka puasa + 17 agustusan bersama HMFT.

September

  • Lebaran! Lebaran yang agak beda dari biasanya, karena tahun ini udah ga ada Mbah lagi.
  • Donor Darah 4 Labtek. Niatan saya ngedonor darah untuk pertama kalinya batal karena… saya diare berkepanjangan, berat badan turun drastis -____-
  • Akhirnya bass baru KPA datang juga :3

Oktober (bulan terpadat, tergila, paling bikin stress sepanjang tahun ini)

  • Ngecek biogas PM HMFT ke Pengalengan (turned out gabut berkepanjangan). Hujan deras sekali, tapi pemandangannya asri, terus disuguhi nasi liwet sama susu hasil memerah sendiri. Pulangnya beli dodol susu yang enaknya bikin galau :3 (entah ini proker atau piknik)
  • Pergi ke Museum Geologi. Sebenernya ini biasa aja, yang spesialnya gara-gara sepulang dari situ untuk pertama kalinya dalam hidup ngeliat pawang hujan lagi beraksi hahaha (gak penting). Sebenernya mistis juga yah prosesinya -_-
  • Pra-kuliah kerja (garis miring piknik!) ke Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di Jakarta.
  • Ulang tahun ke 20… yang fail. Bertepatan sama ujian Fenomena Gelombang (yang fail) dan presentasi Fisika Bangunan (yang juga fail). Surprise-nya fail, kadonya fail. Heran ini orang-orang ngasi surprise niat gak sih? Hahaha. Tapi terima kasih ya :)
  • WISOEDA OKTOBER HMFT. TJAP SOEEEPPPPEEER! Dari empat kali ngarak wisuda, ini yang paling top markotop. Perform Bamboe Roentjing dengan properti tjap djin sangkoeriang (seperti biasa) yang keren, sampe terharu T_T

  • Pengobatan Gratis EP-Tech di Babakan Siliwangi yang berkesan :)

November

  • Kalau sebelumnya bulan mematikan di himpunan, yang ini bulan mematikan untuk KPA. Persiapan Festival Paduan Angklung XIII yang ya… begitulah.
  • Penampilan di closing concert FPA XIII. Bukan penampilan yang terbaik, saya dan si Tutu diomelin abis-abisan (mesti latian lebih banyak, Tu hehehe)
  • Bulan mematikan juga buat akademik, yang bikin heran kayaknya emang sifat deadliner udah jadi kebiasaan -_- Dan lagi yang bikin heran kayaknya kuliah Fenomena Gelombang musuhan banget sama Fisika Bangunan. Tugas dan ujiannya selalu bentrok, sama beratnya, sama mematikannya, walau selalu si Fenom yang kandas dan fail sih -___-

Desember

  • Selamat datang HMFT 2010! Hal terbodoh yang saya lakukan dalam kegiatan himpunan (sejauh ini sih): saya ngerusak teklap yang udah dibikin serapi mungkin… tanpa sepengetahuan korlap (yeah this was one of the most ridiculous things I’ve done in 2011!!!). Satu kesalahan bodoh saya merusak segalanya, untung saat itu ada Yusal, Luhur, dan Gea yang langsung bantu ngerombak teklap seenak jidat kita (hahaha), bahkan korlap gak tau apa-apa! Pas ketemu kang Ahu (korlap) malah dia yang bengong “Lah teklap ganti ya?” Yang kasian sih kelompok 2 saat itu, mereka kena sial karena harusnya gak kebagian jalan ke pos maut Tim Materi. So sorry guys ;p
  • Once again… welcome HMFT 2010! :D
  • Bulan mematikan lagi untuk akademik. Saya sampe muak sama suatu instrumen bernama… LVDT!!! Muaknya setengah mati, praktikum ketemunya ini, laporan praktikum (dan telat karena gak selesai-selesai) berkutat di sini, ujian Lab TF III ketemunya ini, ujian Metode Pengukuran ketemu lagi, cih cih -> efek mabok LVDT -> gara2 ini jadi kepikiran buat jadi asisten Lab TF III :p
  • Pasar Malam ITB. Ini adalah pertama kalinya saya ke pasar malam semenjak entah kapan.
  • Hijau Garut! Tadinya saya mau Sempu akhir tahun ini (dan batal), digantikan pergi ke Garut bertandang ke rumah Ugun dan Chakue selama 4 hari 3 malem. Bersama rombongan aneh tante Peka, madam Laily, nyonya Nulikh, adek Priska & Weha, kang Apid, dan Tutu. Ternyata whoaaaaa Garut tak hanya sekadar dodol yaaah! *ditimpuk* Hijau adalah kata yang pas jika ingin menggambarkan Garut dalam satu kata.

Secara keseluruhan, 2011 memang tahun yang biasa aja (catatan: sepertinya tahun ini saya banyak main, hiks). Tapi saya menutup tahun ini dengan sangat jalan-jalan yang sangat berkesan bersama rombongan jalan-jalan dengan kombinasi teraneh: mulai dari tante-tante, akang-akang (dan dibully), anak kecil (juga dibully), sampe nyonya dan dayangnya. Sangat boleh lain kali kita jalan-jalan lagi ;)

Selamat tinggal 2011, halo 2012!

Ujung dua belas

2011 adalah tahun yang biasa saja. Tidak terlalu istimewa, tidak terlalu menyakitkan. Ada resolusi yang tercapai, ada juga yang tidak. Tapi setiap pergantian tahun, setiap pergantian kulit, setiap rambut yang rontok, pasti menyisakan pelajaran. Tahun ini saya akhirnya beneran bisa (sedikit) main contrabass (sok-sokan), walau fail sana-sini, walau masih suka demam panggung. Tahun ini saya banyak menikmati kegiatan dan kebersamaan hebat bersama FT09 dan HMFT, dan semoga ke depannya masih akan terus hebat. Tahun ini adalah tahun terberat KPA ITB, tak usah dijabarkan. Tahun ini saya semakin dekat dengan keluarga, walau ditinggal merantau ke ujung Sulawesi sana. Tahun ini saya lagi-lagi keasikan nonton film, bukannya belajar.

Tahun ini saya merasa… mungkin takdir memang bekerja di luar batas kemampuan manusia. Saya merasa hal-hal fiksi yang suka terlihat di komik serial cantik atau drama korea bisa terjadi juga di kehidupan kita, in a fictitious way. Hal-hal yang tiba-tiba menyangkutpautkan orang-orang yang semula tidak ada hubungannya, atau dengan masa lalu yang kita pikir tidak akan terhubung lagi ke masa depan. Mungkin jika kita telaah, koneksi manusia yang satu dengan yang lainnya memang begitu kompleks, dan begitu mengagetkannya ketika kita menguak jaringan yang tak kasat mata itu. Bagaimana manusia bisa terhubung dengan yang lain dan dengan yang lainnya lagi kadang bisa begitu… mencengangkan mungkin.

Tahun ini saya merasa… betapa kepercayaan dan amanah begitu mahal harganya. Terlalu mahal, sangat mahal. Saya cuma menyimak hal-hal yang terjadi, tapi melihatnya saja cukup membiarkan banyak stigma tentang trustworthiness berkeliaran di kepala saya, meninggalkan kesan yang begitu mendalam.

Tahun ini saya merasa… mungkin kita memang harus belajar mengubur sesuatu yang sudah usang.

Tahun ini saya merasa… saya kurang motivasi untuk belajar, atau membuat pencapaian berarti dalam hal akademik. Tahun depan saya harus menghasilkan suatu pencapaian yang signifikan (ha ha). Minimal menemukan minat yang sesungguhnya (yeah!!). Semoga tahun depan kerja prakteknya berkesan dan memberikan banyak ilmu!

Tahun ini seperti biasa saya kebanyakan nonton film, dan belum sempat menamatkan banyak buku. Tahun depan saya mau nonton lebih banyak film, terutama film Al Pacino dan Ingmar Bergman, serta makan enak (yeah!!).

Tahun ini saya merasa… saya sudah tua. Indikasinya? Banyak ngomongin kehidupan, duh.

Bahagia

Mungkin definisi bahagia itu sebenarnya cuma kenikmatan yang simpel, begitu pula menurut dua orang tokoh panutan saya.

Pramoedya Ananta Toer selalu mendefinisikan kebahagiannya lewat menulis. Menulis adalah hidup Pram. Kegiatan menulis yang selalu menemani Pram yang lebih dari setengah hidupnya terpenjara. Saya rasa menulis adalah kebebasan, kemerdekaan terbesar baginya.

Tahu kau kenapa aku sayangimu lebih dari siapapun? Karena kau menulis.

Lain dengan wartawan senior Goenawan Mohamad, yang selalu mendefinisikan kebahagiannya dengan membaca (di samping menulis). Saya menikmati membaca tulisan-tulisan GM, walau seringkali saya pening sendiri. Terlalu banyak pengetahuan di dalamnya. Terlalu banyak yang ia serap selama puluhan tahun, dan semuanya didapatkannya dari membaca.

Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca, suatu kebahagiaan.

Kemajuan teknologi membuat saya seringkali melupakan rasanya membaca yang nikmat dan menulis yang benar. Semuanya serba mudah dan terdigitalisasi. Barisan hiperteks membuat saya melupakan nikmat membuka lembar demi lembar kertas, mencium wangi buku kusam dan apak. Apalagi menulis, sebuah keahlian yang harus terus diasah sebelum kita melupakannya. Saat ini, menurut saya, menulis bisa jadi senjata paling ampuh untuk mempertajam ketatabahasaan kita, sebelum bahasa itu sendiri pudar dan usang dimakan arus jaman.

Ya, mungkin bahagia adalah membiarkan diri kita sendiri terjerembap dalam kesederhanaan yang tak terduga, sesimpel memungut kembali pagi.

Sudahkah kalian membaca hari ini? :)

The Girl With The Dragon Tattoo (2009)

Ini versi aslinya dari Swedia. Singkat cerita, film ini cuma berputar di sebuah investigasi seorang jurnalis slash detektif yang dibantu oleh cewek hacker yang gothic tapi vulnerable mengenai hilangnya gadis remaja ponakan kakek-kakek klan jutawan yang ternyata menyeretnya ke pembunuhan berantai sadis 40 tahun yang lalu. Film 2,5 jam ini (menurut saya) kelampau sadis, keji, miris, kelam, sexist, psikopat, nymphomaniac (lebay). Thriller berlatar belakang putihnya salju dan desiran angin dingin Skandinavia yang bikin terkaget-kaget dan kecanduan. 2,5 jam benar-benar tidak terasa. Benar-benar dingin gak berperasaan.

FAK. INI FILM APA-APAAN SIH. GAK PAHAM LAGI.

Dan yang membuat saya begitu penasaran ingin menonton ini tak lain adalah karena David Fincher kembali mengadaptasinya, menggandeng Daniel Craig, Rooney Mara, dan aktor gaek kesayangan Christopher Plummer. David Fincher!!!

Beban berat tentu paling dirasa oleh Rooney Mara. Sekarang saya mengerti kenapa para penikmat film banyak yang mempertanyakan kapabilitasnya membawakan peran Lisbeth Salander di berbagai forum di internet. Lisbeth Salander versi Noomi Rapace terlalu kuat karakternya, sangat prima, luar biasa. Secara fisik, secara mental, jika ingat gadis bertato itu yang terbayang langsung si nona Rapace ini. Citra Lisbeth Salander terlalu melekat pada Noomi Rapace. Tapi justru saya penasaran, sejauh apa Rooney Mara mengeksplor karakter Lisbeth yang sekilas terlihat gahar tapi aslinya vulnerable itu (haha), membawakan Lisbeth versinya sendiri. Menurut saya dia berani dirombak total dari sosok cewek manis di The Social Network sampe jadi kayak gini aja… udah luar biasa, mendadak muncul girlcrush kyaaaaa *_*

Dan Daniel Craig, saya harap dia nanti tidak nampak terlalu clean, tidak terlalu perlente ala Casino Royale, haha… Aaaahhh tidak sabar melihat adaptasinya!

Ada pepatah lucu yang bilang, jangan menilai kualitas suatu buku dari filmnya. Menonton film thriller kurang ajyar ini membuat saya ingin membaca novelnya, trilogi Millenium dari Stieg Larsson (bahkan judul aslinya katanya adalah Män Som Hatar Kvinnor, Men Who Hated Women! kurang sexist apa…). Benar-benar cerita menegangkan yang membuat Anda bisa berdecak, membangkitkan rasa penasaran adegan berikutnya, membuat ingin terus membuka lembar demi lembar, mengeksplorasi pelacakan jurnalis Mikael Blomkvist dan kelamnya dunia Lisbeth Salander.

19 Desember 2010

18 Desember 2010 adalah malam sukacita. Aula Timur ITB. Nuansa pantai-pantaian. Bra dari batok kelapa. Makanan berlimpah. Tari, dansa, dan canda. Tawa yang renyah. Kita semua rasa senang dan bahagia. Di sela-sela riang itu kami masih memanjatkan doa untuknya, yang tetap menyempatkan diri menyampaikan ucapan selamat hari jadi untuk tengkorak, walau raganya tengah terkulai.

19 Desember 2010 adalah 180 derajat dari sehari sebelumnya. Pukul 11, atau 12 malam saya lupa, datang kabar pilu itu. Saya masih ingat, besok UAS matematika rekayasa. Sontak berita duka itu membuyarkan segala konsentrasi, meluluhlantakkan banyak hati. Saya menitikkan air mata atas kepergian orang yang tak saya kenal. Hanya tau sosok dan namanya, serta karyanya. Semangatnya masih menyala. Henshin-henshin itu mungkin masih terngiang jelas di beberapa pasang telinga.

Setahun berlalu sudah, tapi semburat inspirasi tetap ada. Dan semoga akan terus ada. Terus berkarya untuk tengkorak kita bersama. Karya dan semangat tak akan mati, walau raga ini sudah tak ada lagi.


(photo by Rizky Inayati)

.

.

.

.

So long, henshin.

Katanya mahasiswa…

Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas.
-Pramoedya Ananta Toer

Membaca thread Kaskus ini mengenai apa yang terjadi tadi siang di gerbang depan kampus saya, saya cuma bisa miris. Sedih bacanya.

Saya hidup tanpa televisi dan koran. Saya muak menonton tv, semuanya palsu. Saya malas baca koran, tidak sempat. Kalau saja tadi tidak ada aksi teatrikal, yang mengatasnamakan “mahasiswa” itu, saya tidak bakal tau ada kasus yang memilukan ini.

Dan didemo karena tidak mau demo, aksi lempar kancut segala, benar-benar terlihat membuat nyawa yang sudah melayang itu jadi makin konyol, tidak berarti apa-apa, hanya jadi debu yang jatuh jauh di tanah, hilang diterpa angin. Mirisnya.

Satu hal yang menurut saya menarik di sini adalah sudut pandang orang-orang mengenai kampus saya. Katanya ITB bagus lah, banyak diskusi, kajian, belajar, daripada ikut-ikutan beraksi di jalan, tidak ada manfaatnya. Kemahasiswaan di ITB taktis, bagus, dan blablabla. Hmm begitukah? Continue reading