Menjelang akhir tahun kemarin, saya dan sejumlah teman KPA berlibur ke Garut. Kenapa Garut? Soalnya tempatnya tidak jauh dari Bandung dan banyak teman KPA yang asli sana -> menghemat akomodasi hehe :p Peserta jalan2 kali ini adalah saya, teh Peka, teh Lina, teh Leli, Priska, Weha, kang Apid, dan kang Fadhli, dengan tuan rumah Ugun dan Nisa.
Kami pergi ke Garut tanggal 22 Desember sore dengan menggunakan kereta api ekonomi dari Stasiun Hall. Setiap hari cuma ada 1 kereta Garut-Bandung, yaitu jam 6 pagi dari Garut ke Bandung dan jam 4 sore balik lagi. Jadi saat itu agak sulit buat masuk ke kereta karena penuh banget -___-
Esok harinya (23 Des) pagi2 kami main ke sawah yang dekat rumah Ugun (tuan rumah) -> norak mode on. Buat saya pribadi, ini pertama kalinya saya ke Garut, dan bukannya nyombong tapi nyaris seumur idup saya tinggal di Jakarta (selain dulu 3 tahun di Lhokseumawe). Kesumpekkan kota udah jadi makanan sehari-hari, ditambah saya juga gak pernah mudik karena nyaris udah ga ada keluarga lagi di Purworejo. Makanya saya senang sekali berada di sini karena selain hawanya yang sejuk, pemandangannya juga indah, dan gak sumpek
Setelah main di sawah, kami pergi menuju Kompleks Candi Cangkuang dengan menyewa angkot selama 2 hari penuh ini. Untuk menuju candinya, kami harus menyeberang danau/situ dengan rakit. Pemandangan danau ini agak gak nyata buat saya. Gunung dan langit biru yang melatarbelakangi danau seperti lukisan terpantul di air. Waaah cantiknya ^_^
Sebelum masuk ke candinya, kami juga melewati Komplek Rumah Adat Kampung Pulo. Di jalan sekitar sana juga banyak kios oleh2 -> tp ga beli apa2
Candi Cangkuang sendiri sebenarnya tidak terlalu besar. Di dalam candi tersebut terdapat arca bernuansa Hindu (?) tapi di luarnya ada bapak2 lagi berdoa/ngaji, aneh juga… Namanya disebut cangkuang karena di kompleks tersebut banyak pohon cangkuang. Bentuk dan buah pohon tersebut agak unik, tapi entahlah relevansinya sama candinya sendiri. Kehabisan ide ngasi nama kali ya hahaha
Lanjut pergi ke rumah Nisa buat makan siang :9 Seusai sholat jumat kami berangkat menuju jeng jeng jeng… Pantai Santolo. Pantai Santolo adalah pantai yang terletak di daerah Pameungpeuk, sekitar 50 km arah selatan dari pusat kota Garut. Perjalanannya cukup sulit, terutama bagi anda2 yang gampang muabok huehehe… Perjalanannya cukup lama, sekitar 3-4 jam, dan juga naik-turun serta berkelok2. Kalau kata teh Lina, jalan ke Pameungpeuk cuma ada dua belokan: kanan sama kiri doang, ga ada lurus2nya hahaha. Pada perjalanan ini kami sempat singgah di kebun teh di Cikajang. Pemandangannya baguuuuusss sekali, serba hijau dimana-mana dan kabutnya cukup rendah
Akhirnya sampai juga di Pameungpeuk! Pas sekali sampai di Santolo sudah jam 5, waktu yang tepat buat menikmati sunset
Santolo sendiri pantainya cantik, masih bersih, pasir putih membentang luas. Bener2 sepi deh, belum terjamah. Langitnya juga cerah, bagus sekali. Tapi karena ombaknya agak deras kami gak banyak main di air hari itu (lagian baju terbatas hehe).
Awannya seperti cotton candy :9
Sebenernya abis dari Santolo ini kami sempet ‘main’ ke sebuah pasar malam deket situ, kayaknya masih kebawa euphoria Pasar Malam ITB. Tapi sepertinya di daerah ini masih banyak premannya deh, soalnya nuansanya ngeri gitu hehe. Belum lagi pulangnya pas mampir di Indomaret ada preman2 lagi berantem, ngeri juga -___-
Besok paginya (24 Des) *rencananya* mau liat sunrise di Pantai Sayangheulang. Tapi kayaknya gara2 efek mabok darat dan mabok pasar malem jadinya kita pada kesiangan semua. Apalagi yang cowok2 pada ga bisa tidur di rumah neneknya Nisa gara2 battle royale sama nyamuk hahaa.
Pantai Sayangheulang sendiri lebih ga terjamah lagi dibandingkan Santolo. Di sekitar Santolo masih banyak tukang jualan, rumah makan, bahkan sewa banana boat. Tapi di Sayangheulang bener2 ga apa2an!!! Pantainya sepiiii banget, makanya juga bersih banget. Langit biru berawannya berasa tumpah di laut, belum lagi lautnya juga jernih. Sukaaaa :3
Puas di Sayangheulang, langsung cabut ke Santolo. Waktunya maen air!!! Huah, di sini juga ga kalah indah walau di beberapa titik emang ada sampah berserakan, tapi overall pantainya masih terhitung bersih. Cinta lah :3
Sebenernya di mobil angkot masih ada rambutan, pisang, sama manggis juga. Kayak mau jualan yak hahaha. Makasih ibunya nisa dan ugun yang telah membekali!
Menurut saya Garut bisa dijadikan alternatif liburan yang cukup seru (plus deket dan murah). Kotanya sejuk dan juga tidak bising seperti di Jakarta atau Bandung (haha). Makanannya juga sunda pisan, enak
Mungkin ada beberapa hal yang harus lebih dipelihara, terutama fasilitas umum seperti masjid atau kamar mandi. Oya kalo mau ke Garut jangan lupa siapkan antimo buat yang gampang mabok huehehe.












































