Movies I’ve Seen

  • Youth in Revolt (2009)

Nick Twisp cuma bocah remaja biasa, hidupnya membosankan, orang tuanya sibuk dengan pacarnya masing-masing. Suatu hari ketika liburan keluarga ia bertemu dengan Sheeni Saunders, gadis cantik yang bikin Nick jadi tergila-gila. Nick begitu terobsesi dengan Sheeni dan bertekad untuk jadi pria idamannya. Akhirnya Nick berubah menjadi seorang alter-ego bernama Francois, pria Perancis necis yang picik dan punya berbagai pikiran sinting.

Komentar: film ini benar-benar menggambarkan pergolakan yang terjadi pada remaja. Masa remaja memang masa yang penuh keingintahuan dan banyak pemberontakan, terutama seputar orang tua, cinta, dan seks. Dikemas dengan ringan dan menarik, ditambah Michael Cera cukup piawai memerankan dua pria dengan karakter yang sangat berbeda, film ini layak ditonton kala senggang.

  • Sisterhood of Traveling Pants (2005)

Mungkin takdir yang menyatukan empat sahabat Carmen, Bridget, Lena, dan Tibby. Dan mungkin takdir juga yang membuat sebuah celana jins muat dipakai keempat orang yang badannya berbeda-beda itu. Jins sakral tersebut dipercayai akan memberikan takdir baik kepada mereka berempat saat liburan: Lena yang pemalu berlibur ke tempat neneknya di Yunani, Bridget yang sporty mengikuti training sepak bola di Meksiko, Carmen yang bawel berlibur ke rumah ayahnya yang telah lama bercerai dengan ibunya, dan Tibby si aneh tidak ke mana-mana tetapi membuat film dokumenter. Tapi ternyata, tidak semuanya berjalan indah.

Komentar: kyaaa film ini manis sekali >_< Ditambah ada beberapa adegan yang cukup mengharukan, terutama kisah Tibby. Walau sebenernya rada jadul juga sih, cerita macam nge-geng begini hahaha, tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini ;)

  • Valentine’s Day (2010)

Hari Valentine adalah hari yang katanya paling romantis sepanjang tahun. Setiap orang ingin merayakan hari ini bersama orang-orang terkasih, tak terkecuali seorang florist bernama Reed yang baru saja bertunangan. Tapi namanya juga cinta, kadang manis kadang getir. Bukan cinta namanya kalau tidak menyakitkan (yeah!)

Komentar: tipikal film-film romantis yang sweet-nya berlebihan (alias too good to be true) serta bertabur bintang-bintang Hollywood yang cantik dan ganteng. Biasa aja sih filmnya, gak terlalu membekas. Nilai plus buat si quirky Anne Hathaway yang cukup bisa membikin sedikit senyum sungging. Adegan yang ada duo Taylor, Swift dan Lautner, isinya gak penting. Dari dua Jessica, yang Biel jauh lebih memikat daripada yang Alba. Jangan lewatkan juga kejutan dari Bradley Cooper dan Julia Roberts di akhir film.

  • Coraline (2009)

Coraline Jones dan keluarganya baru saja pindah rumah. Di rumah barunya itu Coraline menemukan suatu pintu rahasia yang menghubungkannya ke… rumah barunya lagi, tetapi suasananya berbeda 180 derajat. Ayah dan ibunya, yang biasanya sibuk bekerja sampai-sampai tidak memperhatikannya, tiba-tiba berubah menjadi orang tua penyayang dan pengertian. Begitu pula tetangga-tetangganya, tiba-tiba berubah jadi pribadi yang menyenangkan. Dunia itu menyenangkan dan sesuai dengan keinginan Coraline, namun ada satu yang berbeda. Semua orang di sana tidak bermata… mata mereka digantikan oleh sepasang kancing.

Komentar: film animasi ini luar biasa. KEREEEN! Jalan ceritanya memikat, menegangkan, bikin penasaran. Animasinya digarap apik, soundtrack-nya bisa jadi terapi telinga, wah gak kebayang serunya kalau nonton versi 3D. Filmnya saja apik begini, apalagi kalau baca bukunya (another “don’t judge the book by its movie” hahaha). Neil Gaiman betul-betul piawai menenggelamkan orang dalam dunia fantasi dan imajinasi melalui cerita ini. Definitely storytelling at its best!

  • Sherlock Holmes: Game of Shadows (2011)

Holmes dan Watson kembali menyingkap misteri di balik beberapa kasus pemboman di beberapa daerah di Eropa. Ternyata kasus-kasus tersebut mengarahkan mereka ke seorang peramal gypsy nona Simza yang nyawanya diincar. Belakangan terungkaplah kasus-kasus yang terjadi berhubungan dengan cendekiawan ternama di Inggris Raya, Profesor James Moriarty. Holmes, Watson, dibantu Simza kemudian berusaha untuk menggagalkan rencana kejahatan Moriarty, tapi ternyata tidak semudah itu.

Komentar: Yang kedua menurut saya lebih menarik dari yang pertama, mungkin karena Holmes akhirnya bertemu seteru abadinya, Moriarty. Belum lagi efek-efek lambat yang menegangkan serta suguhan pemandangan Eropa, mulai dari Inggris ke Perancis sampai ke Swiss, dengan tone kelam. Chemistry Holmes (Downey Jr.) dan Watson (Law) masih terjaga dengan baik. Namun, saya mengharapkan lebih banyak aksi deduction Holmes (seperti di serial tv Sherlock) bukan hanya lagak action.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s